Tampilkan postingan dengan label Prosedur Analisa Pangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prosedur Analisa Pangan. Tampilkan semua postingan

Penentuan Lemak dan Minyak

Menimbang 2 gram bahan yang telah dihaluskan. Campur dengan pasir yang telah dipijarkan sebanyak 8 gram dan masukkan dalam tabung reaksi soxhlet dalam thimble. Alirkan air melalui kondensor. Pasang tabung ekstraksi pada alat distilasi soxhlet dengan pelarut petroleum eter secukupnya selama 4 jam. Setelah residu dalam tabung ekstraksi diaduk, ekstraksi dilanjutkan lagi selama 2 jam dengan pelrut yang sama. Petroleum eter yang telah mengandung ekstrak lemak dan minyak dipisahkan ke dalam botol timbang yang bersih dan diketahui beratnya kemudian diuapkan dengan penangas air sampai agak pekat. Pengeringan diteruskan dalam oven 100°C sampai berat konstan. Berat residu dalam botol timbang dinyatakan sebagai berat lemak dan minyak (Sudarmadji, 1997).

read more...

Penentuan Daya Cerna Pati in Vitro

Untuk memudahkan pencernaan enzim, pati harus dimasak terlebih dahulu baik dengan pemasakan biasa maupun pemasakan bertekanan. Produk yang dihasilkan digiling dalam mortar dan ditambah asam hidroklorat dingin sampai terbentuk pasta dengan konsentrasi akhir 4M. Pasta ini didiamkan selama 1jam pada suhu kamar sebelum dianalisis. Melarytkan 2 – 2,5 gram produk tersebut dalam 100 ml buffer fosfat pH 6,8 kemudian ditambahkan 15 ml NaCl 0,3 M, 20 mg sodium merthiolate dan 5 ml larutan pankreatin 4NF (200 mg dalam 50 ml air destilata). Perlakuan ini menghasilkan larutan substrat sebesar 1 persen.

Setelah 5, 10, 20, 30, 60, 120 menit dari saat dimulainya pencernaan, pipet 25 ml larytan ke dalam labu ukur 100 ml. Kemudian ditambahkan 5 ml larutan carrez I lalu dikocok. Kemudian ditambah 5 ml larutan carrez II dan reaksi dihentikan sampai di sini.

Setelah dinetralkan, campuran dibuat sedikit asam, kemudian diencerkan menjadi 100 ml dengan air destilat dan disaring dengan kertas saring. Ambil 25 ml filtrate yang mengandung dekstrindan maltose (hasil pencernaan pati), dididihkan sampai 1,5 jam dengan penambahan 2,85 ml HCL 25 persen di bawah pendingin tegak untuk menghidrolisis produk antara tersebut menjadi glukosa. Lerutan dinetralkan dan diencerkan dengan air destilat sampai 50 ml. Sebanyak 5 ml dari larutan ini digunakan untuk pendugaan glukosa semi makro menggunakan pereaksi Copper dari Luff-Schoorl. Dengan mengalikan dengan factor 0,9 nilai glukosa tersebut diubah menjadi jumlah pati. Daya cerna pati ditunjukkan oleh persentase pati yang dihasilkan dalam analisi ini terhadap jumlah pati sampel awal.

read more...

Penentuan Polifenol

Untuk menghitung kandungan total polifenol dalam kecambah koro digunakan metode follin Ciocalteu. Memipet 0,1 ml filtrat ethanol kecambah koro, 1 ml ethanol, 5 ml aquades, 0,5 ml reagen follin ciocalteu (50%) kedalam tabung reaksi dan divortex, kemudian didiamkan selama 5 menit. Setelah itu dimasukkan 1 ml larutan Na2CO3 5% dan divortex lagi agar larutan homogen. Kemudian tabung reaksi didiamkan ditempat gelap selama 60 menit. Setelah itu tabung reaksi divortex dan diukur nilai absorbansinya pada panjang gelombang 725 nm dengan spektronik UV 21D. Kurva standart dibuat dengan cara yang sama dengan mengganti sample menggunakan asam galat 0,5% dalam etanol. Selanjutnya total polifenol dapat dihitung dengan rumus yang diperoleh dari kurva standart sebagai berikut :

Y = 6,4717X + 0,0178

Kandungan total polifenol dalam kecambah koro kratok dinyatakan sebagai mg/g kecambah koro. Dimana : X adalah konsentrasi (mg/g) dan Y adalah nilai absobansi (Andarwulan dkk,1999).

read more...